Setiap tahun, dunia gadget selalu gempar. Tapi, jujur saja, tidak ada yang bisa menandingi histeria saat nama "Ultra" dari Samsung muncul. Tahun 2026 nanti, semua mata akan tertuju pada satu nama: Samsung Galaxy S26 Ultra. Bukan cuma sekadar *upgrade* biasa, kawan. Bocoran yang beredar sudah sangat "gila" sampai-sampai membuat kita bertanya, benarkah ini calon Raja Android berikutnya? Yuk, kita bedah tuntas semua rumor paling panas, dari chipset revolusioner, kamera yang (lagi-lagi) bikin penasaran, sampai angka keramat yang menjadi prediksi harga jualnya di pasar Indonesia!
Sebagai penulis blog gadget, saya harus bilang bahwa seri Ultra Samsung bukan lagi sekadar *smartphone*. Ini adalah manifestasi teknologi paling ambisius yang bisa kita genggam. Dan untuk seri Galaxy S26 Ultra, ekspektasi publik sudah melangit, bahkan sebelum ponsel ini resmi menampakkan diri. Semua info yang ada di sini tentu masih berupa rumor dan prediksi, tapi dari jejak rekam Samsung, biasanya desas-desus ini tidak jauh meleset dari kenyataan.
Jika rumor peluncuran pada awal tahun 2026 (sekitar Januari atau Februari) benar, maka pabrik rumor sudah mulai bekerja keras dari sekarang. Fokus utama kita tentu pada dua pilar utama seri Ultra: Performa mentah dari Chipset dan kualitas fotografi yang tidak tertandingi.
Chipset: Kekuatan Elite Generasi Baru yang Mengguncang
Lupakan sejenak Snapdragon yang Anda kenal saat ini. Untuk Galaxy S26 Ultra, bocoran paling santer mengarah pada penggunaan chipset generasi terbarunya, yaitu yang mungkin bernama Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy. Nama "Elite" di sini bukan sekadar pajangan, tetapi benar-benar merepresentasikan lompatan besar dalam arsitektur dan efisiensi.
Era Fabrikasi 3nm yang Lebih Dingin dan Gahar
Salah satu poin paling menarik dari chipset ini adalah dugaan bahwa ia akan diproduksi menggunakan fabrikasi 3nm. Ini adalah sebuah pencapaian yang akan memberikan dampak signifikan, terutama dalam hal efisiensi daya dan manajemen termal. Kita semua tahu, ponsel sekuat Ultra series sering kali dihadapkan pada isu panas, terutama saat gaming atau merekam video resolusi tinggi dalam waktu lama. Dengan teknologi 3nm, panas berlebihan itu seharusnya bisa dikurangi drastis, memberikan performa yang lebih konsisten dan sustain. Ini adalah kabar baik untuk para gamer dan kreator konten garis keras.
Selain itu, rumor juga menyebutkan bahwa Samsung mungkin akan menggunakan chipset ini secara eksklusif di seluruh pasar global, meninggalkan tradisi pembagian unit Exynos dan Snapdragon. Jika ini terjadi, maka stabilitas performa S26 Ultra di mana pun Anda berada akan terjamin kesamaannya. Performa CPU dikabarkan akan menggunakan konfigurasi Octa-core yang sangat canggih, termasuk core performa tinggi seperti Oryon V3 Phoenix L.
Intinya, jika Anda mencari ponsel yang tidak hanya cepat hari ini, tapi juga relevan untuk beberapa tahun ke depan, Chipset di S26 Ultra sepertinya sudah siap memenuhi janji tersebut. Ia dirancang untuk mendefinisikan ulang kecepatan, terutama untuk tugas-tugas berat yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) lokal dan rendering grafis tingkat konsol.
LIST_PLUS: Fabrikasi 3nm yang sangat efisien dan dingin; Potensi performa CPU dan GPU yang jauh melampaui generasi sebelumnya; Rumor penggunaan Snapdragon secara global tanpa varian Exynos;
LIST_MINUS: Masih berupa rumor yang belum terkonfirmasi; Ketersediaan chipset "Elite" ini mungkin terbatas di awal peluncuran;
Kamera: Duel Sensor 200MP dan Peningkatan AI Fotografi
Di lini Ultra, kamera adalah alasan utama orang membeli. Dari tahun ke tahun, Samsung selalu bermain di segmen 200 Megapiksel (MP) untuk sensor utamanya, dan S26 Ultra tidak terkecuali. Namun, kali ini, ceritanya sedikit berbeda karena ada dua rumor besar yang saling bersaing:
Sensor 200MP Generasi Baru (Sony vs. Isocell)
Rumor pertama menyebutkan Samsung akan tetap mengandalkan sensor buatan sendiri, yaitu Isocell HP2, namun dengan optimasi yang jauh lebih baik. Sementara itu, rumor yang lebih menarik mengindikasikan bahwa Samsung mungkin akan membuat langkah berani dengan beralih menggunakan sensor dari Sony untuk kamera utama 200MP-nya, setelah tiga generasi berturut-turut menggunakan sensor Isocell. Pilihan sensor ini tentu akan sangat menentukan karakter hasil fotonya, apakah akan mengedepankan warna yang lebih jenuh atau lebih natural.
Apapun sensornya, fokus peningkatan utama S26 Ultra adalah pada kualitas gambar, terutama dalam kondisi minim cahaya (low light) dan perbaikan kualitas lensa, termasuk pengurangan *lens flare* (pantulan cahaya yang mengganggu). Ini adalah kritik yang sering dilayangkan ke seri Ultra sebelumnya, dan sepertinya Samsung mendengarkan.
Mode 24MP Tanpa Lag dan Fotografi AI
Jika Anda sering mengambil gambar cepat, Anda mungkin pernah kesal dengan adanya jeda (lag) saat memotret dalam resolusi tinggi. Kabar baiknya, Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan mengatasi keluhan ini dengan mode kamera 24MP yang "nol lag". Ini berarti Anda bisa mendapatkan kualitas gambar yang sangat detail tanpa harus menunggu proses *shutter* yang lambat.
Konfigurasi kamera belakang disebut-sebut tetap quad-camera, yang kemungkinan besar akan mencakup lensa Ultra-Wide, lensa Telefoto 3x, dan lensa Periskop Telefoto 10x, yang semuanya akan mendapatkan sentuhan AI yang lebih dalam. Peningkatan akurasi warna kulit juga menjadi fokus, memastikan hasil foto portrait Anda terlihat lebih alami dan menawan.
LIST_PLUS: Potensi penggunaan sensor Sony 200MP baru; Peningkatan signifikan pada fotografi low light dan pengurangan lens flare; Mode kamera 24MP baru dengan kecepatan nol lag; Kualitas gambar portrait dan warna kulit yang lebih akurat;
LIST_MINUS: Konfigurasi 200MP mungkin terasa sama, padahal peningkatan ada di optimasi software dan AI; Sulit menentukan apakah akan menggunakan Isocell atau Sony hingga rilis;
Spesifikasi Tambahan: RAM, Baterai, dan Desain Titanium
Sebuah ponsel Ultra tidak akan lengkap tanpa spesifikasi pendukung yang juga "Ultra".
Memori dan OS
Untuk menopang performa gila dari Snapdragon 8 Elite Gen 5, Galaxy S26 Ultra dirumorkan akan hadir dengan RAM hingga 16GB, menggunakan standar LPDDR6 yang lebih cepat dan efisien. Sementara untuk penyimpanan, varian tertinggi dikabarkan mencapai 2TB, menggunakan teknologi UFS 4.1. Bayangkan, Anda bisa menyimpan ribuan video 8K tanpa khawatir kehabisan memori! Ponsel ini juga diprediksi berjalan di sistem operasi Android 16 dengan lapisan antarmuka One UI 8.
Pengisian Daya dan Desain
Meskipun detail baterai spesifik belum muncul, bocoran mengenai pengisian daya menyebutkan adanya peningkatan menjadi 60W. Peningkatan dari 45W ke 60W ini akan membuat waktu pengisian penuh jauh lebih singkat, sebuah kenyamanan yang sangat dibutuhkan untuk ponsel dengan performa tinggi. Selain itu, fitur pengisian nirkabel juga kemungkinan akan diperkuat dengan standar Qi2 magnetik.
Dari sisi desain, tampaknya Samsung masih mempertahankan formula premium yang sangat disukai. Ponsel ini dirumorkan menggunakan rangka dari Titanium Grade 5, yang akan menjadikannya sangat kokoh namun tetap ringan. Bagian depan dan belakang kemungkinan besar akan dilapisi oleh kaca pelindung tangguh seperti Gorilla Glass Victus 2 atau versi yang lebih baru.
LIST_PLUS: RAM hingga 16GB LPDDR6 dan Storage 2TB UFS 4.1 yang super cepat; Peningkatan pengisian daya menjadi 60W; Rangka kokoh dari Titanium Grade 5;
LIST_MINUS: Kapasitas baterai spesifik masih misterius; Pengisian 60W mungkin masih dianggap kurang cepat oleh sebagian kompetitor;
Prediksi Harga Jual Samsung Galaxy S26 Ultra di Indonesia
Nah, ini dia bagian yang paling sensitif: berapa rupiah yang harus kita siapkan? Berdasarkan rumor harga di pasar global, Galaxy S26 Ultra diperkirakan akan dijual mulai dari USD 1.299. Angka ini sama dengan harga peluncuran model Ultra sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa Samsung berusaha mempertahankan harga agar tidak terlalu melonjak drastis, meskipun biaya produksi dikabarkan makin sulit dikendalikan.
Lantas, jika dikonversi ke Rupiah, berapa kira-kira harga jualnya di Indonesia?
Simulasi Harga S26 Ultra di Pasar Tanah Air
Dengan asumsi kurs dan skema pajak yang berlaku (termasuk PPN dan biaya distribusi), prediksi harga jual Samsung Galaxy S26 Ultra di Indonesia akan berada di kisaran:
Prediksi Harga Samsung Galaxy S26 Ultra (Global Price = USD 1.299):
- Varian Dasar (12GB/256GB atau 12GB/512GB): Mulai dari Rp 21.600.000 hingga Rp 21.800.000.
- Varian Tertinggi (16GB/1TB atau 16GB/2TB): Dapat menyentuh angka Rp 25.000.000 ke atas.
Angka Rp 21,6 juta ini adalah titik awal (starting price) yang paling sering disebut. Tentu saja, harga final akan bergantung pada kebijakan harga resmi Samsung Indonesia saat peluncuran, termasuk bonus pre-order yang biasanya sangat menggiurkan.
LIST_PLUS: Harga awal di pasar global diprediksi stabil di USD 1.299; Ada kemungkinan tidak ada kenaikan harga signifikan dari generasi sebelumnya;
LIST_MINUS: Harga di Indonesia akan dipengaruhi kurs dan pajak, potensi di atas Rp 21,8 juta sangat besar;
Ringkasan Spesifikasi Rumor Samsung Galaxy S26 Ultra
Untuk memudahkan Anda membandingkan apa yang sudah kita bahas, berikut ringkasan cepat spesifikasi yang paling santer dirumorkan:
| Aspek | Spesifikasi (Rumor/Prediksi) |
|---|---|
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm) |
| Sistem Operasi | Android 16, One UI 8 |
| RAM | 12GB atau 16GB LPDDR6 |
| Penyimpanan Internal | Hingga 2TB UFS 4.1 |
| Kamera Utama | 200MP (Sensor baru Isocell HP2 atau Sony) |
| Konfigurasi Kamera | Quad-Camera (200MP + Ultrawide + Telefoto 3x + Periskop 10x) |
| Pengisian Daya | 60W Fast Charging |
| Rangka Bodi | Titanium Grade 5 |
| Prediksi Harga Awal | USD 1.299 (sekitar Rp 21,6 Juta di Indonesia) |
| Perkiraan Rilis | Januari-Maret 2026 |
Kesimpulan Awal: Sebuah Lompatan yang Ditunggu
Samsung Galaxy S26 Ultra bukan hanya penerus, tetapi sebuah pernyataan bahwa inovasi masih berjalan kencang. Jika semua rumor ini benar, kita akan mendapatkan ponsel dengan performa mentah yang tidak perlu diragukan lagi, didukung oleh efisiensi 3nm yang lebih baik. Di sisi kamera, S26 Ultra sepertinya akan fokus pada detail minor namun krusial, seperti pengurangan *lens flare* dan kecepatan *shutter* yang lebih baik, di samping AI yang makin cerdas.
Bagi Anda yang saat ini sudah menggunakan seri Ultra sebelumnya, S26 Ultra menawarkan alasan kuat untuk *upgrade*, terutama dari sektor chipset dan peningkatan kecepatan charging. Bagi Anda yang baru ingin mencoba kelas "Ultra", siapkan tabungan Anda. Karena, Rp 21 jutaan memang harga yang fantastis, tapi untuk teknologi dan pengalaman yang ditawarkan, rasanya akan sepadan. Kita tunggu saja pengumuman resminya di acara Galaxy Unpacked 2026!
